Advertise

Terdakwa Ridwan Mengaku Pembunuhan Itu Direncanakan

Terdakwa Ridwan Mengaku Pembunuhan Itu Direncanakan

Bengkalis Pos ~ Kasus pembunuhan secara sadis terhadap Chodirin (30), operator alat berat Excavator di areal pelepasan kawasan hutan di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti pada Juli 2011 silam diakui terdakwa mantan Ketua Serikat Tani Riau (STR) M. Ridwan (29) telah direncanakan dengan matang.

Sebelum aksi anarkis dan berbuntut pada pembunuhan seorang buruh waktu itu, dilakukan pertemuan rapat secara rahasia dan disaksikan M. Ridwan karena terdakwa dianggap sebagai orang yang ditokohkan. Terdakwa sendiri sangat mengetahui adanya rencana aksi akan menghabisi nyawa orang lain, dengan alasan berjuang atas nama masyarakat Pulau Padang  di daerah tersebut.

Demikian diungkapkan terdakwa M. Ridwan ketika memberikan kesaksian pada sidang pemeriksaan yang digelar pada Selasa (28/3/14) lalu di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dipimpin Sarah Louis Simanjuntak.

Terdakwa M. Ridwan sendiri mengaku sempat melakukan pelarangan namun semua dimentahkan oleh massa. Ia juga membantah disebut-sebut sebagai pemimpin rapat seperti disebutkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penyidik, dan menyebutkan bahwa pencetus seluruh aksi adalah Thoyib bukan dirinya.

"Kemudian, tidak ada pembagian regu dan saya sudah sampaikan ke kepolisian. Rekonstruksi perkara juga tidak ada pembagian regu tersebut. Adanya sumpah atau ikrar, saya juga bingung setelah aksi itu di lapangan tiba-tiba muncul dua orang yang tidak saya kenali," ungkap Ridwan dalam sidang.

Sumber: Tribun Pekanbaru
Terdakwa Ridwan Mengaku Pembunuhan Itu Direncanakan

Bengkalis Pos ~ Kasus pembunuhan secara sadis terhadap Chodirin (30), operator alat berat Excavator di areal pelepasan kawasan hutan di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti pada Juli 2011 silam diakui terdakwa mantan Ketua Serikat Tani Riau (STR) M. Ridwan (29) telah direncanakan dengan matang.

Sebelum aksi anarkis dan berbuntut pada pembunuhan seorang buruh waktu itu, dilakukan pertemuan rapat secara rahasia dan disaksikan M. Ridwan karena terdakwa dianggap sebagai orang yang ditokohkan. Terdakwa sendiri sangat mengetahui adanya rencana aksi akan menghabisi nyawa orang lain, dengan alasan berjuang atas nama masyarakat Pulau Padang  di daerah tersebut.

Demikian diungkapkan terdakwa M. Ridwan ketika memberikan kesaksian pada sidang pemeriksaan yang digelar pada Selasa (28/3/14) lalu di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dipimpin Sarah Louis Simanjuntak.

Terdakwa M. Ridwan sendiri mengaku sempat melakukan pelarangan namun semua dimentahkan oleh massa. Ia juga membantah disebut-sebut sebagai pemimpin rapat seperti disebutkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penyidik, dan menyebutkan bahwa pencetus seluruh aksi adalah Thoyib bukan dirinya.

"Kemudian, tidak ada pembagian regu dan saya sudah sampaikan ke kepolisian. Rekonstruksi perkara juga tidak ada pembagian regu tersebut. Adanya sumpah atau ikrar, saya juga bingung setelah aksi itu di lapangan tiba-tiba muncul dua orang yang tidak saya kenali," ungkap Ridwan dalam sidang.

Sumber: Tribun Pekanbaru

1 komentar:

Kunjungan Silaturahmi Sis,
Beritanya komplit dan serem.....eh SERU.

Bengkalis Pos adalah blog berita kutipan dari berbagai sumber, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain. Jika ada salah silahkan beri kritikan, Anda juga diperbolehkan untuk berkomentar yang tentunya tidak menyinggung SARA.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2015. Bengkalis Pos - All Rights Reserved | Template By Maskolis | Modifikasi By TutorNesia | Proudly powered by Blogger